DewiRakhma^Psy Weblog

January 4, 2008

Mimpi

Filed under: Psychology — Tags: , , , , — dewisang @ 7:30 am

Kata Freud mimpi adalah pemenuhan harapan, and i am agree with him. Pastinya manusia pernah berpikir beda yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat, ga’ sesuai dengan norma or menyimpang dari stereotipe, yang kalo’ kita lakukan akan membawa akibat, dibilang aneh orang ini–misalnya. Ga’ cuman itu, mungkin lebih ekstrim kita akan dikucilkan oleh masyarakat. Konkritnya begini, adalah hal yang ga’ umum kita marah sama atasan terus kita marah2 sama dia–bisa2 kita dipecat. makanya terus direpres (disimpen dalam hati–gampangnya), ga’ terpuaskan. Akhirnya tersimpan di unconscious, pas tidur muncullah ia dalam bentuk mimpi. Karena dalam mimpi tidak ada superego, id yang berperan disana.

Mimpi dapat berbentuk sesuai kenyataan –dosen berbentuk dosen– (mimpi manifest) or dalam bentuk latent, disebut mimpi latent (obyek mimpi berbentuk benda lain), mimpi ini yang memerlukan penafsiran.

11 Comments »

  1. Jalani hidup dengan seni yang berakhlaq dan sesuai dengan caracter yang kita miliki yang disesuaikan dengan potensi diri.

    Comment by sucihida — January 5, 2008 @ 1:30 am

  2. yap …aku juga setuju wez. mimpi itu emang pemenuhan harapan, coz aku sendiri biasanya juga gitu. kalu sebelum bobox aku mikirin sesuatu entah itu badthings or goodthings, sering akhirnya nongol di mimpi, padahal aku sudah ber-doa lho bu …..
    tapi kadang mimpi juga membawa petaka, coz ga jarang aq biasanya mikir yang enggak-enggak kalo itu emang nyata bisa terjadi
    he..he….
    btw, asik aja wes …..

    Comment by azwirdafrist — January 6, 2008 @ 10:41 am

  3. Excuse me..

    myGoddess, have you really know and really understand what is your dream?

    But, if you were sure about that, than go and make it come true.

    No one can stop you but yourself, Only yourself..

    Comment by looser — January 7, 2008 @ 1:21 am

  4. Wah susah banget mau mimpi .ghostyoen.wordpress.com

    Comment by ghostyoen — January 8, 2008 @ 5:43 am

  5. bukannya susah mau mimpi,, tp kalo mau dianalisis mimpi adalah sesuatu yang kompleks, bukan sekedar bunga tidur yang ga ada artinya, gitcu

    Comment by dewisang — January 9, 2008 @ 4:44 am

  6. mimpi…bila sangat diharapkan mewujud…mungkin dapat memberi dampak psikologis agregatif sugestif…bila diharapkan mewujud…memberi ruang orientatif natural…bila dimaknai pasif…gak tau gimana… :)karena lom pernah memaknai mimpi pasif…tapi janganlah mengendalikan realitas untuk mewujudkan mimpi tanpa memahami realitas yang fluktuatif…kemudian proses menjadi penting… maybe…

    Comment by Aji Dedi Mulawarman — January 10, 2008 @ 11:38 am

  7. I have a dream …
    everyone must have a dreams…
    It’s like the moyivation of life…
    But if you talk about nightmare… It’s kind a different thing in life. Something that you aren’t expect in your sleep, but it’s happen and the reason is just like you and Mr. Freud said…

    If you talk about Mr Freud…I talk about Mr. Maslow… Just check it out in my blog…

    Bye…

    Comment by dp. sarie — January 11, 2008 @ 10:24 am

  8. ya saya berharap semua orang mempunyai mimpi yang bagus supaya sedikit mewarnai, hidup nya untuk tetap berfikir positif walaupun pas waktu tidur…
    gitu aja kok repot….

    Comment by lazir — January 16, 2008 @ 11:53 pm

  9. budew…… kalo arti mimpi kamu tau g???????????

    Comment by dirtymel — January 21, 2008 @ 7:09 am

  10. Luar biasa……. memahami suatu kontruks teori bukan hanya melalui pendekatan epistemologi gitu loh mbak…..!!!

    coba anda baca buku Freud lebih lanjut di jendela pemikiran Freud. di situ banyak mengupas siapa dan bagaimana pemikiran freud tentang “Mimpi”.

    Mimpi itukan bagian dari unconsiousness. jadi….
    individu tanpa cita-cita akan mati
    sebaliknya, individu yang banyak bercita-cita akan semakin tidak jelas pada arah kompas yang akan dibidiknya.

    sebaiknya, anda pahami juga konsep pemikiran Maslow dan erichfrom. by the way….

    Comment by imamaffandi — February 6, 2008 @ 11:21 pm

  11. kalo menurut saya unconsiousness itu ga ada bagian-bagiannya. Mimpi itu munculnya dari uncons, kan tulisan saya juga begitu. dan saya kurang mengerti maksud bpk tentang cita-cita, spertinya anda kok terlalu jauh mengartikan tulisan saya. tapi gpp, tak kasih commnet juga. Jarus dong kita punya banyak cita-cita, plan A dan B mungkin dalam hidup. Tp kalo saya just do it kok Pak ngejalani hidup ini, malah kurnag perencanaan. Anda org psikologi tapi kok cepet ngejudge orang ya….pdhl prinsip utama kita tuh data hrs selengkap-lengkapnya dulu.
    kalo mau lengkap ya emang ada di Interpretation of Dreamnya Freud yang 500 halaman itu, tp intinya kan pemenuhan harapan. coba dibuka lagi. TP yang Maslow jg usul ok.

    Comment by dewisang — February 9, 2008 @ 5:16 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: