DewiRakhma^Psy Weblog

March 2, 2008

NANY 911..tontonan menarik

  Sebuah reality show di Metro TV setiap Sabtu dan Minggu pukul 16.05. Jika anda seorang ibu, ayah, calon ayah, calon ibu, guru, calon guru, tante, om, kakek, nenek, mahasiswa psikologi, atau siapapun seorang yang peduli pada anak, pengen tau cara untuk mengatasi anak yang “sulit”, ponakan yang agresif, cucu yang masih nenen padahal sudah 4 tahun, murid yang tantrum, maka acara ini bisa menjadi salah satu referensi. Di Amerika ada sebuah tempat yang berisi nany-nany (pengasuh) yang sudah pengalaman selama puluhan tahun menghadapi anak-anak bermasalah. Jika keluarga bermasalah karena anak-anak yang super “sulit”, telpon Nany 911. Rekaman situasi rumah dikirimkan ke markas Nany, dilihat bersama-sama, lalu diputuskan Nany mana yang cocok untuk mengatasi keluarga tersebut. Nany diberi waktu 7 hari tinggal bersama keluarga bermasalah tersebut, dan harus berhasil membuat keluarga menjadi harmonis, menyenangkan, tidak bermasalah.Edisi Minggu, 2 Maret 2008

Sebuah keluarga memiliki 8 orang anak. Anak pertama adopsi, kedua bayi tabung, 3-6 adalah si kembar. Jadi total ada 8 orang anak. Setiap hari yang terjadi adalah teriakan, rengekan, pukulan, tantrum. Ibu yang mengurusi 8 anak, memasak, membersihkan rumah. Ayahnya orang sibuk, waktu makan malam tetap telpon urusan kantor, pulang kerja meneruskan pekerjaan di ruang kerja, tidak mau diganggu oleh anak-anak. Ibu teriak untuk menghentikan anaknya yang bertengkar, memukul anak yang saling pukul. Tidur siang adalah wajib, meski tidak mau, anak harus di dalam kamar, dikunci. Begitupun makan malam, pekerjaan harus dilakukan tidak ada kompromi.

Anak pertama, usia 9 tahun memiliki karakter merepres masalah, tidak emosi diungkapkan dengan menangis, atau berdiam diri. Anak yang lain suka memukul adiknya. Pernah menindih adiknya dengan bantal hingga sesak napas.

Hari pertama bagi Nany adalah observasi. Akhirnya didapatkan akar permasalahan anak-anak tersebut adalah kurangnya komunikasi. Ayah selalu menyalahkan istrinya atas yang dilakukannya terhadap anak. Tidak pernah membantu istrinya dalam mengurusus anak. Itu membuat ibu menjadi orang yang pemarah terhadap anak, dan memendam masalah, tidak mengkomunikasikan dengan suami. Ternyata perilaku ini yang ditiru oleh anak pertamanya. Ditambah lagi dia menyadari bahwa ia anak adopsi, ia merasa tidak penting dalam keluarga.

Nany’s way out. Membuat peraturan tidak ada teriakan, pukulan, rengekan. Memberi mereka reward berupa stiker jika tidak melakukan dan mengambilnya jika melakukan. Jika anak marah, tanyakan sebabnya, jika tidak bisa, Help Them to find the right words, to express his/her feeling!! Ajak bicara, dengarkan. Merasa diperlakukan tidak adil bilang, minta perhatian, bilang. Semua dilatih untuk berkata-kata. Tatap matanya saat berbicara. Dan konsisten pada aturan yang sudah dibuat. Ayah harus mendukung ibu; ibu dan ayah membangun komunikasi dengan anak.

Dari beberapa kali nonton intinya akar permasalahan anak-anak adalah orangtua. Rata-rata mengerti anak-anak dan tanggungjawab mereka sebagai orang tua.

tag:

5 Comments »

  1. Halo,

    Di Prancis juga ada program yang sama yaitu Super Nanny, konsepnya sama persis. Beberapa hari pertama sang Nanny hanya mengamati kemudian pada tahap kedua dia membuat perjanjian dengan para orang tua, bahkan perjanjian itu di tulis di kertas yang dipajang.

    Biasanya setelah mengikuti apa yang ditulis di perjanjian tadi sang anak menjadi lebih mudah diatur.
    Sekedar informasi saja

    Comment by bosangjay — March 2, 2008 @ 4:50 pm

  2. Nanny 911 bener2 menarik untuk ditonton. Saya suka juga nontonnya. Nanny-nya hebat2. Patut ditonton oleh semua orang tua.

    Comment by widya novita — March 10, 2008 @ 2:16 am

  3. ini ajcara emang seru banget. Kyaya rugi deh kalau ga nonton. Ada muatan ilmu soalya, apalagi sesuai banget buat acara keluarga. Bisa jadi control buat orang tua menyikapi reaksi perkembangan anaknya.

    dewisang,
    yup, sepakat. sementara ini aku sih punya kesimpulan kalau anak itu adalah korban dari orang tua, anak yg bermasalah bersumber dari orang tua. Susah ya jadi orang tua, bener2 harus tau cara memperlakukan anak, mengerti perkembangan anak itu penting. kita tau efek klo diginikan itu hasilnya begini lh..intinya tidak dengan bentakan, kekerasan, AKu belajar byk neh di skul, menjaga emosi, karena aku sering kepancing, itu artinya aku yg kalah, lepas kontrol.

    Comment by pozzart — November 22, 2008 @ 6:22 pm

  4. di indonesia juga ada,…asli,…he he he,…super ndableg

    dewisang,
    yang ndableg apanya neh??

    Comment by ybpra — February 19, 2009 @ 2:09 pm

  5. lha itu, 2 hari lalu, ada orang tua yang membakar anak perempuannya, hanya gara-gara anaknya gak mau berangkat sekolah

    dewisang,
    Masya Alloh, sadis bgt, usianya berapa ya si Ibu, belum siap jadi ortu tuh, ga’ tau tugasnya ortu tuh kya’ apa dan mesti gmn ma anaknya….kasian ya..

    Comment by ybpra — April 2, 2009 @ 7:14 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: