DewiRakhma^Psy Weblog

June 13, 2008

Cita-citaku

Coba tanya cita-cita anak anda apa? pasti jawabannya dokter. Termasuk saya dulu. Kemarin iseng-iseng, pagi murid-muridku yang 4 tahun itu ak tanya. Tapi kalo di kelasku masih lumayan beragam. Ini beberapa jawabannya. “Mbk Galuh mau jadi apa?” “dokter”, katanya. Zara, yang paling bawel di kelas ditanya juga. Kata temenku, wah anak ini biar jadi presenter aja. “Kalo Mbk Zara mau jadi apa?” Aku mau jadi Polisi, Pentara (bukan tentara), sama barbie. AK bilang “Wow..hebat..byk sekali cita-citanya…gimana kalo byk ya…o..bu Guru tau..nanti senin jadi Polisi, Selasa Pentara, Rabu jadi Barbie…
Mbk Naiya?..jadi barbie. Mbk Salma? “Aku, mau jadi Kepala Suster”, katanya. Ha..aku cukup kaget dengan jawaban ini, ga’ umum, tapi seneng ada pengetahuan lain pada diri anak-anak. Kemudian Rania, jadi dokter juga. Kaysa, dokter pula.Terus aku bilang, kok jadi dokter semua, ga’ ada yang jadi guru. Nanti kalau anak-anak sudah besar terus punya anak, anaknya sekolah siapa yang ngajar? Abis itu semua mau jadi guru. kemudian Kaysa bilang aku mau jadi Dokter sama guru, Rania jadi Guru, Naiya guru. Vidya juga guru.
Bagaimana di Jepang? ini hasil survey yang diadakan oleh perusahaan asuransi Daiichi Seimei Hoken kepada murid TK/SD di seluruh Jepang. Angket ini diadakan bulan Juli-Agustus tahun lalu dan dipilih 993 jawaban dari 220.000 jawaban yang masuk Untuk laki-laki peringkat 1 adalah menjadi atlet Base ball, ini selama 4 tahun berturut-turut. Anak perempuan? menjadi pekerja di toko makanan/ yg berhubungan dg makanan, ini selama 11 tahun berturut-turut. Dokter?? ada di posisi 4 utk laki-laki dan 5 utk perempuan. Data saya ambil dari mbk Imel </a Ini saya ambil beberapa:

Jawaban anak laki-laki :
1. Atlit Base ball 11,8%
2. Peneliti/Doktor 8,5%
3. Atlit sepak bola 6,0%
4. Dokter 5,5%
5. Tukang (kayu) 5,2%

Jawaban anak perempuan :
1. Toko makanan 13,9%
2. Perawat 9,7%
3. Guru Playgroup/TK 7,3%
4. Guru sekolah/kursus 6,5%
5. Dokter 6,1%

Kenapa kok beda ya…apa karena kita kurang memperkenalkan klo profesi itu macem2 ya….???ga’ akan kita temukan anak Indo pengen jadi tukang kayu atau karena mereka tau klo dokter tuh byk uangnya ya…

21 Comments »

  1. anakku kalo ditanya cita2 jawabnya lucu degh… katanya mo jadi princess whehehe maklum baru 2 tahun ^.^ polosnya bukan main .. btw lam kenal ya

    dewisang,
    dijaga ya Pak anaknya, imajinasi itu mahal…muridku yg 4 taun juga maunya jadi barbie, Ultramen, Avatar..he..he..lucu, ga’ perlu disalahkan, dihargai aja karena itu memang yg ada di pikiran mereka

    Comment by Dino — June 13, 2008 @ 4:00 pm

  2. Kok ga ada yang mau jadi penyanyi dangdut ya ?

    dewisang,
    ada juga mungkin klo di rumah bapk-ibunya suka nonton Dangdut Mania, KDI, Dangdut Dadakan dan sebangsanya itu. Tapi, yg goyangnya dah mulai niru2 ada lho..

    Comment by ubadbmarko — June 14, 2008 @ 2:42 am

  3. slam kenal bu kalau boleh saya saran kata ortu saya udah tradisi kalau pingin kaya jangan jadi guru doang tapi cari tmbahan penghasilan lain he…he…

    dewisang,
    Guru bukan seperti profesi yang lain. Klo mau jadi guru harus benar2 dari hati, panggilan, itu tepatnya. Klo cuma untuk cari uang jgn pilih profesi ini, kasian, anak2 nanti yg jadi korbannya. Karena ga’ puas sama gaji akhirnya ngajar seenaknya. Kata Pak Arif–yg ahli pendidikan ketika di program Padamu Negeri –keren bgt tuh, guru sekarang bisanya ngeluh. Mari kita sama2 sadari bahwa guru itu mulia, jgn kita nodai sendiri dengan perilaku guru itu sendiri yg akhirnya membuat tidak jadi mulia. Smoga kita termasuk orang2 yg pandai bersyukur. Money is not everything

    Comment by hamsin — June 14, 2008 @ 7:19 am

  4. hah.. jadi barbie? ihh lucu bgt ya mbak..
    dewisang,
    iya ..muridku emang unik-unik…seneng deh punya murid lucu

    Comment by d14na — June 14, 2008 @ 1:59 pm

  5. duluuu.. ketika masih di negeri dongeng… ada salah seorang temen yang dari jepang. kebetulan, dia juga membawa keluarganya – istri dan anak.. nah, dalam kesempatan yang sama.. ada juga rekan dari indonesia yang sudah berkeluarga pula disana. jadinya kami pun sering berkumpul bersama. disinilah saya melihat memang ada perbedaan mindset dari pola pendidikan orang tua di indonesia sama di jepang.. minimal, case kedua rekan saya tadi..🙂

    dewisang,
    wahhh..mas ini sepertinya dh sering jalan ke luar negeri ya…(pengenn), ke Jerman juga ya…iya ya..apa orang Indonesia hrs dihanguskan dulu biar jadi orang2 yg baru….biar ga’ korup, biar rukun, biar ga’ gengsian..

    Comment by yainal — June 15, 2008 @ 4:17 pm

  6. saya dari kecil pengen jadi detektif!

    begitu besar cita cita 3 P

    Penyiar

    Penulis

    Psikolog

    Merangkak meraih satu persatu😉

    dewisang,
    sekarang dah di P yang mana? tinggal psikolognya ya…hebatttt. ak juga..masih S.PSi neh…semoga Tuhan ngasih kesempatan untuk skul lagi

    Comment by natazya — June 15, 2008 @ 4:35 pm

  7. kunjungan balik nih bu salut dengan kata-kata bijak ibu, suatu nasehat yang bermanfaat, btw saya masih kuliah kebetulan gak lama lagi calon guru…semoga untuk kedepannya pahlawan tanpa tanda jasa semoga tidak seperti omar bakri….peace!!!!slam kenal dari anak FKIP

    dewisang,
    selamat menikmati menjadi guru, semoga memang menjadi orang pilihan Tuhan.

    Comment by hamsin — June 16, 2008 @ 7:00 am

  8. Yang mau jadi pemain tennis kayak Maria Sharapova ya???

    dewisang,
    untuk anak playgroup palin baru kepikiran idola2 yg di tivi itu kali ya…ultramen, naruto, Barbie, putri salju, orang2 yg dianggep mereka sebagai pahlawan…

    Comment by Rita — June 16, 2008 @ 1:31 pm

  9. aku senang kalau anak-anak justru lebih berfantasi kalau menggambarkan masa depannya. Dulu saya sendiri malah jawab asal-asalan, kalau tidak dokter, arsitek atau guru. Eeee gede ternyata jadinya guru deh.

    dewisang,
    mbk imel mah bener2 guru jempolan

    Comment by Ikkyu_san — June 17, 2008 @ 8:30 am

  10. Cita-cita anak di Jepang saat ini memang seperti itu. Anak-anak saya jadi terpengaruh juga ^-^. Pada saat wisuda TK di Jepang, setiap anak maju satu per satu menerima semacam sertifikat dari kepala TK, setelah itu mereka menyebutkan cita-citanya masing-masing. Awalnya saya heran juga kenapa anak-anak Jepang punya cita-cita seperti itu. Saya pikir karena semua profesi ‘dihargai ‘.Tapi uniknya di TK anak saya, 90% cita-cita anak yg perempuan ingin menjadi pekerja(atau pemilik?)di toko kue,coklat,mainan atau bunga. Sedangkan yang laki-laki 90% ingin jadi atlit (kebanyakan baseball dan soccer).Sisanya baru beda sendiri seperti ingin jadi ninja ^-^. Tapi ini jaraang sekali.Ternyata di TK anak temanpun fenomenanya sama. Saya tanya ke teman Jepang, katanya fenomena itu memang baru-baru ini (mungkin sekitar 10-20tahunan). Sebelumnya cita-cita anak-anak Jepang ya mirip dengan anak-anak Indonesia, menjadi dokter,guru, insinyur. Yang dikhawatirkan ada penurunan idealisme (hehe..serius banget ya) pada generasi muda Jepang. Karena melihat profesi itu menyenangkan, relatif mudah diraih, dan lumayan menghasilkan uang maka mereka memilih cita-cita itu. tapi biar bagaimanapun cita-cita anak harus dihargai……..

    dewisang,
    mm penurunan idealisme? iya ya, bisa juga. tapi, bisa juga karena profesi disana lebih dihargai. dan pengetahuan anak2 disana ternyata beragam, masih TK tapi bisa muncul cita-cita jadi atlet, “toko” dsb. Atau mereka melihat pekerjaan orang tuanya ya..

    Comment by Bunda Azka — June 20, 2008 @ 6:55 pm

  11. sebelumnya salam kenal, aku setuju banget ma mbak dewisang kenapa cita2 yang ada dalam pikiran gak hanya anak2 tapi juga orang tua untuk anaknya adalah dokter dokter dan dokter, menurut pengalamnku nih yang ada dalam pikiran para orang tua di tempatku sekolah berarti menjadi dokter, guru dan polisi, pertanyaannya tak adakah yang laen?????? saya ingin sekali mereka tahu bahwa dunia bukan hanya seputar dokter, guru dan polisi, aku sampe banting setir saking gregetannya, harusnya aku menjadi guru juga tapi ternyata aku sekarang kerja dikantor, kalo ada orang tanya kenapa gak jadi guru, jawabku cuma kenapa nggak? makasih

    dewisang,
    geregetan ya mbk…ya ak ngerti. sepakat dunia emang luass bgt, bisa jadi perias, pelukis, fotografer, petani, pedagang, tapi anak2 masih belum tau luasnya dunia kali ya…taunya dokterrrrrrrrrr aja, tp tau dokter juga pasti dari orang terdekatnya, lagu aja “klo pinter jadi dokter” jadi pinter=dokter. Yg aneh juga, meskipun orangtuanya pedagang cita anaknya juga dokter, anak sopir juga. Padahal jd guru harus jauh lebih pinter dari dokter. bisa jadi dokter juga gara2 guru kan, hebat ya..guru. Jadi apapun asalkan pemikiran benar ga’ masalah kok mbk, diskusi bisa diadakan dimana aja, kpn aja, dan dg sapa aja. ok.

    Comment by ana — June 21, 2008 @ 6:40 am

  12. salah satu anak yang saya dampingi, seorang anak CIBI (cerdas istimewa berbakat istimewa) berusia 12 tahun, menulis cita-citanya : “arsitek, dokter, detektif, psikolog, direktur” ditambah lagi dia pernah bilang “ada lagi mbak, aku pengen jadi FBI sama anggota NASA. Aku belum percaya bumi itu bulat kalau aku gak lihat sendiri”😀

    udah lama nih mbak gak blogwalking…ngabari ya mbak dewi, saya pindah rumah nih sekarang di http://www.missunita.co.cc
    monggo mampir, ditunggu lho…

    dewisang,
    wah…dah punya site sendiri neh..hebat, anak itu juga, panteslah anak CIBI, makanya kita hrs menghargai pendapat mereka sapa tau itu memang cita2 mereka dan suatu saat bisa membuktikan sendiri bagaimana bentuk bumi. Harus sabar dan pinter juga pendampingnya (orang tua, guru) pasti pertanyaannya dah “jauh” menembus dunia.

    Comment by unita — June 26, 2008 @ 12:36 pm

  13. cita citaku===> cinta

    dewisang,
    i think so, how to love each other, to love our surrounding, and absolutelly God. How we learn to love not to get love but to give one.

    Comment by east borneo — June 30, 2008 @ 11:28 am

  14. Hi Buguru,
    Seneng ya jadi guru. Jangan lupa juga dengerin radio talknya Ayah Edy di SMART FM tiap Sabtu jam 10-12 siang. Sorry kalau emang udah denger 😀 (saya bukan marketingnya SMART GFM loh tapi emang acara ini bagus untuk parenting dan pendidikan)

    Kalau menurutku cita-cita anak yg aneh itu original, bagus! Kebanyakan terpengaruh cerita. Artinya, cerita/pelm sangat berpengaruh buat anak-anak.

    Betul Buguru, kalau boleh, saya bandingin sama di Jepang. Di sana cerita dorama (kalau di kita sinetron), manga dan anime, banyak menceritakan beragam profesi, bisa dilihat di sini, bahkan manga bulutangkis pun udah mereka bikin. Sedangkan di Indonesia? Jadi wajar kalau orang Indonesia cuman mengenal profesi dokter, insinyur, pilot, presiden (jangan2 ini cita-cita ortu-nya lagi).

    dewisang,
    SMART FM tuh dimana, gw di Jawa mas, di Malang, apa nyampe sini ya sinyalnya

    Comment by ipk4cumlaude — July 2, 2008 @ 2:17 am

  15. Malang nyampe ga ya…?
    Wah sayang euy, yg paling deket di Semarang. Ketangkep ga sih? Atawa kalo bandwidth berlimpah bisa streaming di smartfm.co.id

    dewisang,
    liat tipi aja deh…

    Comment by ipk4cumlaude — July 3, 2008 @ 2:40 am

  16. Eh salah deng, sori menyori nih, gw pikir Magelang. Malang mah bisa pake jaringan yg Surabaya 88,9 FM. *pagi2 gini udah ngaco*

    Comment by ipk4cumlaude — July 3, 2008 @ 2:41 am

  17. Mbak,waktu kecil dulu aku ingin sekali jadi tentara,sampai aku sma aku suka tidur ditempat kecil/sempit dan tertutup,sambil membayangkan tidur di bunker (tempat favorit tidur siang : dibawah meja makan ! ),enak aja rasanya nyaman dan aman.Sampai sekarang aku lebih suka tidur di kasur kecil dilantai,trus badan bersandar ke tembok.Apalagi kl abis nonton film perang (ky saving private ryan dll)aku masih suka menghayal tidur di bunker.Itu kelainan bukan ya mbak..?

    dewisang,
    mas-nya sekarang usai berapa tahun? dah kerja? dmn? klo ada kesempatan knp ga’ nyoba jadi tentara? sepertinya tdk sulit. ada halangan apa dalam pencapaian itu?dilarangn ortu ato ap?jwab yg lengkap dulu, nanti baru tau deh.ok. ke imel-ku aja kali ya biar lebih enak

    Comment by Ahmad — July 4, 2008 @ 10:06 am

  18. sebenarnya cita2 itu secara tidak sadar ditanamkan oleh orang2 yang berpengaruh pada anak2 misal orang tua atau guru
    “nak, sekolah yang pinter ya, biar besok gedhe bisa jadi dokter”
    makanya banyak anak indonesia yang bercita2 jadi dokter. hehe

    seperti halnya penanaman konsumerisme dalam pelajaran bahasa indonesia
    “Ibu budi pergi belanja ke pasar”
    yang mungkin seharusnya diimbangi dengan
    “ibu budi pergi berjualan di pasar”

    salam kenal🙂

    dewisang,
    iya Pak betul juga, seolah-olah klo orang pinter itu nantinya harus jadi dokter. Profesi yang lain ga’ perlu pinter. apalagi guru, cuma dijadiin kerjaan klo dah ga’ diterima dimana-mana, hiks, hiks kasian ya…harusnya yg otaknya kualitas no.1 harus jadi guru karena mau jadi apapun harus lewat guru dulu. Kenyataan bahwa nasib guru itu “kurang beruntung” secara materi yg membuat orangtua ga’ pengen anaknya kelak jadi guru. Klopun orangtuanya guru harapan utama jgn sampe Nak km besok jadi guru, klo kata bapak-ku
    kok seneng dadi wong mlarat. Itu klo hidup diukur secara materi, padahal money is not everything. Klo sudah panggilan mau ga’ dibayar juga hayuk ajah…rejeki Alloh yg atur, insya Alloh klo kita mengimani, semua akan terasa mudah.
    wah bapak teliti sekali, iya juga pelajaran kita cenderung begitu ya. Murid2 kecilku juga isinya ke mall mulu’, ceritanya seputar belanja dan belanja

    Comment by misterpopo — July 18, 2008 @ 8:35 am

  19. Mohon bantuannya ya. Saya dikategorikan anak CIBI (cerdas istimewa berbakat istimewa) yang saya ingin tahu, lebih jelas lagi tentang kepribadian CIBI ini … makasi yaa.🙂

    dewisang said,
    Hallo Jessy….Jessy termasuk kategori CIBI, saya belum tau banyak, tp saya akan cari tau..nanti Insya Alloh akan saya info-kan lagi. ok. Saat ini setau saya termmasuk hebat ya…Maaf baru kasih respon,

    Comment by Jessica — September 4, 2008 @ 12:28 pm

  20. Seni, budaya dan pengetahuan dari kalimantan timur. The art, culture and knowledge of east borneo.

    Comment by [east-borneo.co.cc] — February 6, 2009 @ 12:11 am

  21. http://east-borneo.co.cc [east-borneo.co.cc]

    Comment by [east-borneo.co.cc] — February 6, 2009 @ 12:12 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: