DewiRakhma^Psy Weblog

October 26, 2008

Berbagi Tak Pernah Rugi

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dewisang @ 12:42 pm

Innalilai wainna ilaihi rojiun

kemarin, Sabtu, 25 Oktober 2008, bertepatan dengan ulang tahun sobatku, Ana, jam 6 pagi tukang sapu yang tiap pagi aku beri senyum dan beliau juga selalu tersenyum, meninggal dunia. Baru kemarin aku tau  namanya, Pak No, 66 tahun, tapi terlihat seperti 80 tahun, tua banget. Anaknya 6 apa 7 gitu, yg sudah kerja 3, ada yang SMA, dan paling kecil kelas 2 SD. Kemarin ketika aku melayat bersama teman-teman kantor dan mendengar informasi itu dari istrinya. Badannya sudah tidak bisa berdiri dengan sempurna, klo jalan agak bongkok,  tidak pernah pake sendal klo kerja. Tiap pagi, jam 7, aku dan kakakku naik motor, lewat perumahan yang juga satu kompleks dengan sekolahku dan beliau duduk di bawah pohon atau di tepi jalan, kasian. Kasiann ternyata memang dari kemauannya sendiri, sakit aja dia ga’ mau libur. Dua hari aku tidak melihat dia duduk di tempat biasanya, dan ternyata sakit dan meninggal. Kata istrinya, dia ga’ pernah sakit yg gimana-gimana, terakhir ini batuk dan sudah rongent, tp hasil belum didapat ternyata sudah diambil oleh sang Empunya jiwa. Sebelum meninggal, dia minta mandi dan terus ganti baju, istrinya sempet bilang, “nanti aja Pak, biar anak-anak yg mandiin, tapi ga’ mau. Habis mandi dia bilang “aku kate moleh”, “moleh nang ndi Pak, ini kan ndek omah. “pko’e aku kate moleh, wis disuul ambek wong loro”. Abis itu jam 6 dia berpulang.  Selama ini aku belum pernah ngobrol lama dan salaman. Itu mungkin yg bikin nyesel. Cuma menyapa dari atas motor, sambil berlalu. Aku diberi tau Ana ketika di lapangan, jam 8-an, pas anak-anak senam. dia bilang “Budhe, wong tuwek sing sampean ke’i wingi ga’ onok”..Astagfirulloh……..innalilahi wa inna ilaihi rojiun. Temenku bilang, aku nyesel aku belum smepet ngasih ke dia, padahal tiap hari tak bawa, mulai puasa dulu, saking takut ilang, sampe’ tak jepret, lha kok tasnya tempat aku simpen  uang hari ini ga’ tak bawa. Aku bawa tas yang lain Ya Aloh sakno yo…….termasuk kakakku, nyesel banget. Tapi, kelularganya masih ada, pasti mash bermanfaat. HIkmahnya, mungkin kalo kita dah niat baik, segeralah lakukan, bagaimanapun caranya. Alhamdulillah, Alloh memeberi kesempatan kepadaku, tapi tidak dengan tanganku sendiri, karena waktu itu sudah libur puasa. Waktu itu aku juga menunda-nunda, jadinya tidak bisa bertemu langsung sampai keduluan libur. Tapi, buat yang masih berniat, insya Alloh telah dicatat sebagai amal, apalagi dilaksanakan, bakal dibalas langsung oleh Alloh. Kata kakakku, amal yang langsung bisa kita lihat langsung dengan mata adalah sedekah. Dan benar memang. Sedekah memang ajaib, tidak bisa dihitung secara matematis. Karena janji Alloh sendiri memang akan melipatgandakan apa yg kita sedekahkan, ga’ mungkin impas, tapi bakal diberi lebih banyak. KLo pake logika manusia, apa yg kita keluarkan ya berkurang dan habis, tapi Allohu Akbar, sedekah tidak akan membuat miskin, ga’ bakal membuat harta berkurang, tapi bakal  makin banyak. Aku percaya itu. Itu klo kita meNgukur ni’mat Alloh dari yg terlihat. Ada yang tidak terlihat namun lebih bermakna, ketenangan jiwa. berbagi membuat peraasaan ini tenang. Jangan pernah melihat besar kecilnya apa yg kita berikan, jangan malu, atau ragu, memberikan sekecil apapun sesuatu itu, karena bisa jadi kecil buat kita tapi sangat besar artinya buat orang lain. Begitu pula sebaliknya, jika kita diberi, jangan pernah mengukur dari harganya, cukup disyukuri dan doakan yang memberi semoga rejekinya makin banyak dan amalnya diterima Alloh. Ust.Yusuf Mansyur, da’i spesialis sedekah mengatakan sedekah adalah jawaban dari segala kesulitan. Sakit, belum dapat jodoh, kurang harta, dan kesulitan hidup lainnya. Namun, katanya juga, akan lebih ma’bul jika diikuti ibadah Sunnah lain seperti sholat tahajud, Dhuha, puasa senin kamis.

Sebulan kemarin, selama Ramadhan, di koran TEMPO, ada kisah2 ajaib berhubungan dengan sedekah. Termasuk kejadian nyata yang dialami Mas Agung, yang tiap hari anter aku, sampai menangis tidak percaya, dan tidak kuasa menghitung uang cash yang baru saja ia terima. Aku yang disuruh buka dan hitung dan terserah aku, uang itu mau dikasih ke siapa. tenang, bagi yg ga’ punya uang kaya’ aku, amal itu ga’ perlu berupa uang, saling mengingatkan dalam kebaikan itu juga bisa. Misalnya aku lagi ga’ ada uang,  ya aku nyuruh masku. “Mas, si ini lo perlu ini, si ini kasian, rumahnya begini, si ini sakit ga’ bisa ini”, sedih juga sih cuma bisa begitu,,,, bersyukur sekali sejak kecil aku dilibatkan orang tuaku untuk berbagi rejeki denga orang2 yang kurang beruntung. Setiap akan lebaran ibuku tidaklupa meyisihkan rejeki unutk para janda, dan orang yang tidak mampu. Diteruskan pula oleh kakak2ku, dan juga aku. Semoga Alloh mmeberi kita kepercayaan unutk selalu memeiliki hati yang bersih, tidak pelit, menyayangi sesama, semoga alloh membimbing ke jalan yang lurus.AMIIIIN.

Beda dengan ibadah lain, sholat atau puasa yg baru bisa kita lihat hasilnya nanti di akhirat, sedekah akan kita rasakan langsung, ga’ percaya, boleh dicoba….

BERBAGI MEMANG TAK PERNAH RUGI

sori jadi nglantur, dari Pak No, jadi Ust. YUsuf Mansyur, kembali ke Pak No, semoga amalnya diterima Alloh, karena INsya ALloh meninggalnya Khusnul Khotimah dan menurut keluarga dan teman2, semasa hidupnya memang termasuk orang yang baik.

4 Comments »

  1. Innalillahi wa innailaihi rojiun.
    Jd keinget wkt dl msh ngajar d bn hsyim.dl wkt msh ada mbk iin (guru b.ind) tiap brngkt n plg aq mesti sama dia.dibonceng pkai motor..aq sering lht pak no nyapu n nyabuti rumput di komplek skol..aq g tega lht beliau dlm usia yg udah tua msh bkrja spt it..ampe aq prnh nangis ma mbk in saking harunya…semoga smua amal baik pak no diterima allah n sgl dosanya diampuni.dan klrga yg dtglkn dberi kekuatan untk mlnjtkn hdp.

    Comment by ghostyoen — November 2, 2008 @ 4:09 pm

  2. Loha, slm kenal. Blognya bagus, lagi istirahat nulis nich?

    dewisang,
    salam kenal juga, iya neh, penyakit malesnya lagi kumat…natr dan besok bakal nulis byk, kejar tanyang..he..he..dah byk di otak cuma malesnya..haduh….

    Comment by Roni — November 13, 2008 @ 7:18 pm

  3. ya memang berbagi nggak pernah rugi – malah pahalahnya dapat lebih banyak .. coba kunjungi blognya Pak Husnun (pImred Malang Pos) http://husnun.wordpress.com – beliau punya banyak cerita tentang hal ini :

    salam

    Comment by hmcahyo — November 15, 2008 @ 7:33 am

  4. Sayang……………. mana komentar tentang laskar pelanginya?
    tulis ya…………..? entar tak komentari. Mau kan berbagi cerita dengan ku?……….

    dewisang,
    ada sayang… di laskar pelangi the movie, coba buka, komen ya…tapi ga’ detail sih, ato di susahnya tiket laskar pelangi.okeh……

    Comment by sucihida — November 15, 2008 @ 10:55 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: