DewiRakhma^Psy Weblog

December 13, 2008

Berburu PNS

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dewisang @ 12:24 pm

Berburu PNS

Tanggal 10 kemarin ternyata CPNS se Indonesia to? Iya kah? Aku juga ga’ tau, katanya nih, katanya, kata temanku yang sore hari sms aku, teman lamaku yang dari Mojokerto datang ke Malang karena ikut CPNS. Atau cuma di Malang aja, gw juga ga’ tau dan ga’ tertarik untuk tau, di berita juga ga’ tau, di koran juga ga’ baca. Sempet baca berita di Radar Malang, sekitar beberapa minggu lalu, kalau pengumpulan berkas antrenya
Apa untungnya sih jadi PNS? Kenapa dikejar-kejar, kenapa semua orang pengen jadi PNS? Kenapa kalau PNS dipandang punya martabat lebih tinggi? Banyak yang bilang “eh, dia udah PNS lho”, “eh, gitu-gitu dia PNS lo”. “orang tuanya si A itu lo PNS, si B lo PNS”. Dan semua orang begitu ribut ngurusin berkas CPNS, yang ke RT, RW, lurah, kepolisian. KENAPA SIH?? Sampai segitunyaItu pertanyaan yang masih ada dibenakku sampai sekarang. Aku sendiri??? Terbersit dalam benak aja engga’, aku juga ga’ tau knp, sama sekali aku ga’ pengen jabatan, embel-embel pns…hi…..ga’ tau kaya’ risih, denger aja risih. Apalagi liat orang pake baju coklat-coklat di lengannya ada tulisan DEPARTEMEN DALAM NEGERI, yang pake’ kelihatan banget kalo bangganya setengah mati (terutama yang muda-muda dibawah 35), dari cara berjalan dan melihat orang lain seolah-olah berkata “He..ni lo..gue udah PNS, elu? Heh….”, congkak banget. Apalagi yang berkeliaran di mall sambil pake baju seragam, di jam kantor lagi…..ih..ga’ tau malu banget, digaji pake duit rakyat, kerjaannya bolos, belanja, hura-hura.
kalo’ ga’ ikut CPNS kaya’nya aneh, dan bakal mati. aku sempet ditanya sama temen Bapak, Dewi ga’ daftar? he..he.. engga’..”lho..gimana sih. Pak Dewi ini lo ga’ daftar, eman yo….knp? kemairn kan sudah dikasi tau…” aku cuma cengar-cengir, sama orang tua soalnya. Ada lagi yang tanya, temen bapak juga, sudah daftar CPNS? aku jawab “ga’, ga’ tertarik”.
Kemarin aku sempet diajak Mbk-ku, “Ayo ikut CPNS, siapa tau rejekimu”. Sama Mbkku ditelp suruh ke RT, RW, buat ngurus SKCK (dulu SKKB). Aku bilang iya aja deh, buat menghargai yang udah ngajak. Aku pergi ke RT yang beda sama Mbkkku, jadi ga’ bisa nitip, klo mislanya sama aku kan bisa nitip. aku males ribet. Akhirnya disana ga’ ketemu, ya sudahlah, makin males dan ga’ kulanjutin. Beberapa hari berikutnya Mbkku dah ngurus sampai Kepanjen. Beruntung pula kau punya ornag tua yang sangat demokratis, kitas enua ebbeas emnentukan hidup kita masing-masing, ga’ pernah diharuskan begini-begitu, dan ke3 kakakku ga’ ada yang jadi PNS, Mbkku yang pertama aja yang masih getol, katanya lumayan kan tiap bulan dapet 2 juta. Apa emang iya? klo iya, emang itu bisa dijadikan ukuran kebahagiaan? yah itu memang hak masing-masing orang, dan pilihanmasing-masing.
Klo aku, makin ga’ tertarik itu melihat perilaku ga’ baik oknum-oknum. Kinerjanya buruk, tapi bayarannya mahal, apa bisa puas ya dengan bekerja model begitu? Secara mental juga males-males, liat aja guru-guru negeri, susah diajak maju, males klo disuruh nulis, rajin ikut seminar karena mau ikut sertifikasi, karena memburu sertifikat, terus kinerja baik karena sekolahnya mau ada peninjauan untuk akreditasi…..apalagi kalau mesti mengorbankan murid-murid, ga’ masuk karena ngurus begituan.

6 Comments »

  1. hahaha…,aku juga sama mbak dewi, masku pns, mbakku pns, adekku pengen jadi pns, tapi aku gak tertarik tuh, udah panggilan jiwaku kalleeee!!!but, menurutku pns or gak pns itu optional aja.kalo pakdheku bilang, jaman dulu pns itu “haram” karena banyak uang haram berkeliaran dan sitem yang subhat!tapi sekarang kita bisa juga berkontribusi untuk perbaikan “bangsa indonesia tercinta tanah air beta sejak dulu kala” ini dengan berkarir di pns.so, pns or gak pns?aptuyu laaah, yang penting halal, barokah, jujur, bersih, peduli, profesional, dan tidak korupsi!!!🙂

    dewisang,
    klo keluargaku, bapakku yang PNS,tp dah pensiun Mbkku ngebet sampai 7 kali ikut CPNS. MAsku ke-3nya ga’ ada yg PNS. Emang sekarang sudah “halal” ya Bang?….he…he..korupsi paling besar kaya’nya di PNS juga….

    Comment by Fathy Farhat khan — December 13, 2008 @ 10:40 pm

  2. eeeeeh jadi pns itu enak tiap bulan bayaran, itukan yang sering dikatakan orang. kalo cuma itu kerja dipabrik malah tiap minggu ada yang bayaran. Tapi itu semua rejeki dan tempat tuk mendapatkannya beda2 yang penting tanggung jawabnya

    dewisang,
    okeh….setuju….yang paling penting niat kerja untuk mengembangkan diri, dan ga’ makan gaji buta

    Comment by pakem — December 14, 2008 @ 4:39 pm

  3. Ati-ati lho, awas kalo dapet orang PNS🙂
    Ya jangan gitu non, uang jajannya sekarang udah guedhe ya?
    enak lho jadi PNS, masa depan terjamin.

    eh, btw, ada lowongan PNS jabatan struktural Kepala Sekolah gag, aku mo daftar. kasih info kalo ada.

    dewisang,
    gede?? ga’ bangett Bang, tp, aku syukuri dan aku dapat lebih dari uang, berkah…dan aku makin yakin klo kebahagiaan itu not becoz of money…klo suamiku PNS, ya gpp kan bukan gue…

    Comment by namakuananda — December 15, 2008 @ 1:50 am

  4. good posting… sip

    dewisang,
    why u say good? becoz u’ve got profit? i don’t think so. i just write i wanna write. if u objective, u will say good too, to my last post (bout cigarette)

    Comment by ajidedim — December 15, 2008 @ 9:20 am

  5. jadi pns adalah penentuan hidup kita kelak di akhirat ( surga or neraka ). Lho kok bisa ???
    Ya memang.Sederhana saja. Seperti sdh rahasia umum pns adalah golongan relatif yg bergaji kecil dibandingkan swasta.Jadi untuk memenuhi kehidupannya, ya dari gaji itu saja.Untuk cari tambahan dari mana ya ???? Nah inilah pangkal musababnya, halal atau haram thats all.surga atau neraka.
    Jadi kalau org berlomba – lomba ingin jadi pns,(menurut saya) mereka pd dasarnya berlomba loba untuk memilih : surga atau neraka.

    dewisang,
    jadi apapun kita pastinya dipertangungjawabkan dihadapan Tuhan, enak dong klo cuma PNS yang diurusi<ins PNS tuh gajinya besar Pak, makanya pada pengen, pokoknya ikut–rata2 kan begitu, 100% percaya pada nasib, no effort, hari ini katanya pengumuman kan? dan gosip yg beredar yg diterima adalah sodara2nya pejabat (kasian ya..baru tau)

    Comment by jak — December 19, 2008 @ 9:40 am

  6. PNS=Pegawai Non Stop, semisal guru pesantren, guru ngaji, penjual koran, penjual roti, tukang sapu, dlsbj….

    salam perjuangan wahai para pegawai luar negeri…🙂

    dewisang,
    SEMANGATTTTTTTTT……..

    Comment by pakarfisika — December 20, 2008 @ 2:50 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: